ANGKASAnews, Sinjai— Pihak pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Sanjai memberikan klarifikasi resmi terkait keluhan sejumlah penerima manfaat mengenai kondisi menu makanan yang didistribusikan pada Rabu 28 Januari 2026.
Langkah ini diambil menyusul adanya laporan mengenai kualitas lauk dan cara penyajian yang dinilai kurang optimal.
Sebelumnya, beredar kritik dari pihak sekolah yang menyebutkan adanya aroma tidak sedap pada lauk ayam serta pencampuran komponen makanan dalam wadah yang dianggap kurang higienis.
Program nasional inisiasi Presiden Prabowo Subianto ini pun sempat mendapat sorotan tajam terkait standar kualitas sajian di wilayah Sinjai Timur.
Menanggapi hal tersebut, penyelenggara Dapur MBG menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas gizi.
Pihak penyelenggara membantah adanya unsur kesengajaan dalam menyajikan makanan yang tidak layak.
“Kami ingin menyamakan persepsi bahwa tidak mungkin kami menyajikan makanan yang berbau apalagi busuk kepada anak-anak. Jika makanan berasal dari dapur dalam kondisi busuk apalagi basi, maka seluruh sekolah penerima pasti akan mengalami hal yang sama,” ungkap Kepala SPPI Sinjai, Muhaimin Hamsah dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/1/2026).
“Namun, fakta di lapangan menunjukkan tidak ada satupun PIC sekolah yang melakukan keluhan terhadap Satgas, juga tidak ada satupun penerima manfaat yang mengalami keluhan gangguan kesehatan,” sambungnya.
Pihak pengelola menjelaskan bahwa saat ini mereka sedang melakukan evaluasi mendalam pada tahap distribusi. Kondisi dapur kami dan medan menuju beberapa sekolah cukup terjal.
Hingga kini, pihak pengelola memastikan tidak adanya laporan kasus keracunan makanan di seluruh titik distribusi dan aduan dari PIC sekolah pada hari tersebut.
Merespons desakan dari berbagai pihak mengenai transparansi pengelolaan, pengelola Dapur Sanjai berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari proses pengolahan hingga teknis pengemasan agar senantiasa higienis. (rls)


Komentar