ANGKASAnews, Luwu Utara— Di tengah klaim kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh SPBU Kabupaten Luwu Utara, fakta di lapangan justru menunjukkan kondisi yang bertolak belakang.
Harga BBM di tingkat pengecer masih melambung tinggi dan dinilai semakin memberatkan masyarakat.
BBM jenis Pertalite yang seharusnya mudah diakses kini dijual pengecer dengan harga Rp. 15.000 hingga Rp. 20.000 per liter.
Bahkan, BBM jenis Pertamax dilaporkan dijual hingga Rp. 30.000 per liter, jauh di atas harga resmi.
Kondisi ini memicu kekecewaan warga, terutama masyarakat yang bergantung pada pengecer karena di SPBU terkadang antrian panjang apalagi di pusat Kota Kabupaten Luwu Utara, Kecamatan Masamba.
Rahim, warga Masamba, menilai tingginya harga BBM di pengecer sebagai bentuk pembiaran yang terus berulang tanpa solusi nyata dari pemerintah daerah.
“BBM lancar di SPBU, tapi di pengecer harganya tetap mencekik. Pertalite dijual Rp15 ribu sampai Rp. 20 ribu per botol, Pertamax bisa Rp. 30 ribu per liter. Ini sangat memberatkan masyarakat,” keluh Rahim kepada awak media, Minggu (1/2/2026).
Dia menyebut, hingga kini belum terlihat langkah tegas dari instansi terkait untuk mengendalikan harga dan menertibkan praktik penjualan BBM eceran yang tidak sesuai ketentuan.
Rahim mendesak Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (DP2KUKM) Kabupaten Luwu Utara agar tidak hanya sebatas mengeluarkan imbauan, tetapi turun langsung melakukan inspeksi serta penindakan terhadap pengecer nakal.
“Kalau hanya imbauan, itu tidak menyelesaikan masalah. Pemerintah harus turun ke lapangan, cek langsung, dan bertindak tegas. Jangan biarkan masyarakat terus jadi korban,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah tidak menutup mata atas persoalan ini dan segera mengambil langkah konkret untuk menormalkan harga BBM di tingkat pengecer demi melindungi kepentingan warga.
“Harusnya Dinas terkait harus mengambil tindakan tegas,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala dinas (Kadis) DP2KUKM Kabupaten Luwu Utara, Pasalongan saat dikonfirmasi awak media melalui media sosial WhatsApp pribadinya, Minggu (1/2/2026) malam mengatakan jangan beli BBM dipengecer, stok di SPBU Banyak.
“Jangan beli di pengecer, di SPBU banyak stok,” tulisnya. (*)













Komentar