MAMASA— Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, secara resmi membuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) IV Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Mamasa masa bakti 2025–2030, Sabtu (20/12/2025).
Kegiatan yang digelar di Sekretariat Kadin Mamasa, Jalan Poros Mamasa, Desa Osango, Kecamatan Mamasa, Sulawesi Barat, tersebut dihadiri unsur TNI-Polri, antara lain Dandim 1428 Mamasa dan perwakilan Polres Mamasa, serta sejumlah pemangku kepentingan daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Welem Sambolangi menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Mamasa terhadap Kadin sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami berharap Kadin Mamasa menjadi motor penggerak ekonomi daerah, khususnya dalam memfasilitasi masuknya investor,” ujar Welem Sambolangi.
Ia menekankan bahwa Pemkab Mamasa terbuka terhadap investasi berkelanjutan, terutama di sektor pertanian, perkebunan, dan potensi ekonomi lainnya yang ramah lingkungan. Namun, pemerintah daerah menolak investasi pertambangan yang berpotensi merusak lingkungan.
“Investor di bidang pertanian dan perkebunan tentu kami respons positif. Kecuali investasi tambang yang merusak lingkungan,” tegasnya.
Muskab IV Kadin Mamasa dipimpin presidium sidang yang terdiri dari Reski Masaran, Tambrin, Hapri Nelpan, dan Dian. Forum ini menjadi wadah pengambilan keputusan strategis organisasi, termasuk penetapan kepengurusan baru dan arah kebijakan Kadin Mamasa ke depan.
Melalui musyawarah tersebut, Yakub Tato’ terpilih sebagai Ketua Kadin Kabupaten Mamasa periode 2025–2030. Ia diharapkan mampu memperkuat peran Kadin dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.
Yakub Tato’ menyampaikan komitmennya untuk mempererat sinergi antara Kadin dan Pemkab Mamasa, khususnya dalam menarik investasi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Setelah pelantikan Kadin tingkat Provinsi Sulawesi Barat, kami berharap segera menjalin nota kesepahaman dengan Pemkab Mamasa, salah satunya terkait pengembangan investasi kopi,” ujarnya.
Menurutnya, kopi Mamasa memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan, yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
(Jub)







Komentar