ANGKASAnews, Palopo— Empat wilayah Kabupaten/Kota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) se-Luwu Raya, menyepakati langkah kolektif dalam mengawal proses pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya hingga ke tingkat pusat.
Kesepakatan tersebut dicapai dalam forum pertemuan DPRD Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur di Ruang Paripurna DPRD Palopo, Kamis (5/2/2026).
Sebagai bentuk komitmen terhadap hasil kesepakatan bersama, ditindaklanjuti dengan pembentukan Tim Koordinasi lintas DPRD dengan tugas berkomunikasi langsung bersama panitia pusat pembentukan provinsi baru, bekerja sesuai dengan kapasitas dan wewenang lembaga Legislatif.
Forum rapat yang terselenggara berlangsung alot dengan pembahasan yang subtansial. Salah satu Anggota DPRD Kabupaten Luwu Utara, Heriansyah Effendi, menegaskan dalam forum tersebut agar seluruh instrumen perjuangan yang berorientasi terhadap tujuan pemekaran Provinsi Luwu Raya, itu kemudian mesti menuai dukungan penuh, utamanya oleh para Anggota DPRD se-Luwu Raya.
“Patut kita apresiasi dan memberikan dukungan terhadap segala bentuk pergerakan yang mengikhtiarkan akan terwujudnya Provinsi Luwu Raya, terutama dukungan oleh para pemangku kebijakan di tingkat regional Tana Luwu. Kita mengingatkan serta mengharapkan segala gerakan yang terbangun mampu berjalan dengan tertib dan tak anarkis sesuai koridor konstitusi aturan yang berlaku,” tegasnya.
Heriansyah Effendi, selaku Anggota DPRD Luwu Utara, Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dikenal dengan sapaan akrab Opong yang dinilai berjiwa muda dan energik. Penilaian tersebut bukan pencitraan belaka, namun dalam setiap langkah-langkah perjuangannya senantiasa mengedepankan kepentingan rakyat, berkat menjaga amanah yang dititipkan sebagai wakil rakyat.
“Gerakan yang terbangun secara Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM) tidak terlepas daripada peran Pemuda dan Mahasiswa yang telah berjuang saat ini melalui Parlemen Jalanan,” terangnya.
“Maka daripada itu, ruang beraspirasi sudah seyogianya senantiasa diberikan penguatan sebagai upaya menjaga ritme sprit gerakan yang berkelanjutan sampai tuntutan pemekaran terpenuhi, bukan justru mencemoh atau mencibir perjuangan mereka sebagai Wija To Luwu yang senantiasa mengaungkan akan pengorbanan perjuangan para pendahulu dan leluhurnya,” pungkas Heriansyah. (red)












Komentar